Skip to main content

Menikmati Senja dan Sunset di Candi Ijo



Langkah kaki membawa gue ke Yogyakarta. Sebuah kota yang penuh dengan senyum serta keramah tamahan. Selamat datang di Yogyakarta.
++++

Hi gengs, pada postingan kali ini gue akan mengajak kalian semua untuk menikmati kota Jogja. Siapa sih yang ga tahu kota ini. Jogja merupakan salah satu lokasi yang harus masuk ke bucket list kalian. Di kota ini banyak sekali lokasi-lokasi wisata yang seru dan tentunya Instagram-able banget. Mau wisata kuliner, budaya, sejarah atau alam semua ada di Jogja loh gengs dan kesempatan ini gue akan mengajak kalian untuk menikmati indahnya sunset di Candi Ijo, Yogyakarta.
Candi Ijo adalah sebuah kompleks percandian bercorak Hindu, berada 4 kilometer arah tenggara dari Candi Ratu Boko atau kira-kira 18 kilometer di sebelah timur kota Yogyakarta. Candi ini diperkirakan dibangun antara kurun abad ke-10 sampai dengan ke-11 Masehi pada saat zaman Kerajaan Medang periode Mataram (Wikipedia).
++++

Sekitar pukul 15.30 bergegaslah gue dari guest house yang lokasinya tidak jauh dari Bandara Adi Sucipto menuju Candi Ijo untuk menikmati senja dan tentu saja sunset. Menuju Candi Ijo ini benar-benar spontan gengs, tidak masuk kedalam rencana gue. Bermodalkan arahan dari Google Maps, gue memacu kendaraan roda dua yang gue pinjem menuju lokasi. Kurang lebih 40 menit dan tentunya ada acara nyasar sana sini, maklum ga ada yang jadi navigator karena solo traveling. Jadi setiap mengecek Google Maps di hape yah cuma berpatokan tinggal berapa meter lagi beloknya, hanya mengikuti naluri saja hehehe… Kadang bisa kebablasan, kadang bisa tepat, tapi lebih banyak kebablasannya sih gengs hahaha…
Pukul 16.15 gue sampai di lokasi Candi Ijo. Ternyata lokasi Candi Ijo dengan Tebing Breksi tetanggaan gengs. Jadi jika kalian berkunjung ke Tebing Breksi ga ada salahnya untuk singgah juga ke Candi Ijo. Mungkin berjarak kurang lebih 500 meter-an dari Tebing Breksi untuk menuju lokasi Candi Ijo.
Untuk sarana parkir kalian ga perlu bingung-bingung mencarinya karena sudah disediakan, terutama untuk parkir roda dua. Kalian hanya dikenakan biaya Rp 2.000 saja untuk membayar jasa parkir di lokasi Candi Ijo. Sedangkan untuk roda empat mau tidak mau harus parkir di bahu jalan karena ketika gue berkunjung ke lokasi, gue ga menemukan lahan parkir untuk mobil.
Untuk masuk ke Candi Ijo dikenakan tarif Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara. Menurut gue harga tiket segitu termasuk murah, murah banget malah gengs. Ketika gue datang sudah banyak orang yang menunggu untuk menikmati sunset sembari mengambil gambar yang gue yakin sih untuk stok di Instagram hahaha. Sembari menunggu sunset, gue berkeliling di sekitar area Candi Ijo untuk mengambil gambar tentunya. Area Candi Ijo ini ga terlalu luas gengs, jangan bayangkan seperti Candi Prambanan yah hehehe. Oh iya sekedar informasi gengs, di Candi Ijo ini kalian dilarang untuk mengoperasikan drone, kecuali sudah mendapat surat izin dari pihak terkait. Gue pribadi ga tahu kenapa drone dilarang beroperasi di area ini, buat yang tahu alasannya bisa kasih informasinya di kolom kementar yah.

menunggu sunset di Candi Ijo

Setelah puas mengambil gambar Candi Ijo dari berbagai sudut pandang, saatnya bergegas untuk menikmati sunset. Semakin sore banyak pengunjung yang mendatangi Candi Ijo, tentu saja tujuannya adalah menikmati sunset. Candi Ijo ini emang salah satu lokasi yang menurut gue strategis banget untuk bisa menikmati sunset karena letak lokasinya berada di daerah yang tinggi, dari Candi Ijo juga kita bisa melihat sekitaran kota Jogja.
suasana sore di Candi Ijo

Untuk bisa menikmati sunset tentu butuh kesabaran dan terkadang bisa saja mendapatkan kecewa. Kenapa? Karena untuk bisa mendapatkan momen sunset yang diharapkan terkadang kita harus tebak-tebakan dengan cuaca. Inilah yang terjadi ketika di Candi Ijo gengs. Sekitar 20 menit matahari masih tertutup dengan awan tebal. Sedikit kesel sih gue, tapi kembali lagi gue menegaskan ke diri sendiri yang namanya fenomena alam ga bisa selalu ditebak, jadi mesti siap-siap kecewa. Bahkan beberapa pengunjung yang membawa pasangan ada yang ngga sabaran dan ujung-ujungnya minta pulang.
matahari masih tertutup awan tebal

Akhirnya setelah sabar menunggu dengan perasaan dag dig dug, rasa kecewa gue terobati karena gumpalan awan tebal perlahan terbawa oleh angin. Matahari dengan sinar orange kejingga-jinggaan tampak. Terlihat bulat dari kejauhan. Sekitar 15 menit-an gue bisa menyaksikan sunset hingga sang mentari tenggalam dalam batas horizon dan inilah hasil jeprat jepret gue ketika menikmati pemandangan sunset di Candi Ijo, semoga kalian bisa suka dan akan mengunjungi Candi Ijo bersama orang-orang yang mau menikmati keindahan sunset.



menikmati sunset di Candi Ijo

Untuk kalian yang ingin berkunjung ke Candi Ijo tapi masih bingung lokasinya dimana, nih gue kasih lokasinya dari Google Maps. 



Bagaimana ada yang tertarik untuk menikmati sunset di Candi Ijo?

Buat kalian yang ingin ke Candi Ijo ada baiknya simak tips dari gue berikut ini:
1. Lokasi Candi Ijo berdekatan dengan Tebing Breksi, jadi kalian bisa berkunjung ke dua objek wisata sekaligus. Kedua lokasi ini sama-sama bisa untuk menikmati sunset.
2. Pastikan kendaraan yang dibawa dalam keadaan fit karena jalan menuju lokasi menanjak. Ditambah lagi bis-bis pariwisata sering lalu lalang, sehingga kadang-kadang kendaraan kita harus sering mengalah (berhenti). Jadi pastikan rem kendaraan kita pakem dan mesin kendaraan kuat untuk diajak nanjak gengs.
3. Jalan menuju lokasi sudah dicor dan cukup lebar. Tapi mesti hati-hati juga ya jangan ngebut-ngebut entar benjut.
4. Drone dilarang terbang di Candi Ijo, harus ada surat izin dari instansi terkait.
5. Untuk bisa menikmati sunset sebaiknya kalian sudah sampai di lokasi sekitar 16.00. Sehingga kalian juga bisa untuk mengambil gambar ataupun berselfie ria di Candi Ijo sembari menunggu sunset.
6. Jam operasional Candi Ijo pukul 09.00 – 18.00.
7. Untuk biaya parkir kendaraan roda dua dikenakan tarif Rp 2.000 sedangkan roda empat mungkin sekitar Rp 5.000 (ini sekedar tebakan gue aja yah). Untuk masuk ke candi dikenakan tarif Rp 5.000 untuk wisatawan lokal dan Rp 10.000 untuk wisatawan asing.
8. Pastikan baterai kamera atau smartphone kalian dalam keadaan full yah.
9. Terakhir tetap jaga kelestarian Candi Ijo dengan tidak melakukan vandalism dan tidak membuang sampah sambarangan
Dari gue cukup sekian dulu, terima kasih untuk kalian yang bersedia membaca blog gue dan jangan lupa untuk berkunjung lagi ke blog gue ya untuk menikmati cerita traveling gue. See you gengs!!

Comments

Popular posts from this blog

Sanghyang Heuleut, Surga Tersembunyi di Bandung Barat

Bandung. Apa yang terbesit di pikiran kalian ketika mendengar kata tersebut? Kulinernya? Cewe-cewenya yang geulis-geulis (cantik)? Atau terpikirkan sesuatu yang lain? Bandung selain dikenal dengan wisata kulinernya juga terkenal dengan wisata-wisata alam yang cantik-cantik loh gengs. Salah satu tempat wisata tersebut bernama Sanghyang Heuleut yang bakal gue ceritain melalui tulisan ini. Sabtu (21/7) pagi sekitar pukul 05.30 bersama temen gue bernama Waldo bergegas menuju lokasi Sanghyang Heuleut di Kabupaten Bandung Barat. FYI gengs, Waldo temen gue ini rela-relain dari Bogor ke Bandung Jum’at malam gara-gara ngeliat stories Instagram gue, kalau gue mau ke Sanghyang Heuluet. Ini baru traveler sejati hahahaaa… Perjalanan menuju Sanghyang Heuleut gue tempuh kurang lebih 2 jam dari kosan gue yang berada di daerah Cikutra Bandung. Estimasi 2 jam karena pasti ga akan macet dijalan. Gue dan Waldo emang berangkat pagi-pagi dan menggunakan kendaraan roda dua. Sebenarnya gue sendiri kuran...